BerandaNasionalAlasan Polri Tolak Laporan Perihal Kerumunan Penjemputan Jokowi di NTT

Alasan Polri Tolak Laporan Perihal Kerumunan Penjemputan Jokowi di NTT

LIBRANEWS.ID – JAKARTA, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Rusdi Hartono memberikan alasan terkait Bareskrim Polri tidak menerima laporan dari Koalisi Masyarakat Antiketidakadilan dan Gerakan Pemuda Islam (GPI) terkait kerumunan saat penyambutan masa Presiden Joko Widodo.

Informasi, dua organisasi tersebut melakukan upaya laporkan Presiden Jokowi ke Bareskrim terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan saat kunjungan kerja ke Maumere, Nusa Tenggara Timur. Namun, polisi menolak laporan kedua organisasi itu.

“Sebenarnya bukan ditolak, hanya saja didahului proses konsultasi antara petugas SPKT Bareskrim dengan pihak yang akan membuat laporan,” ungkap Rusdi ketika dihubungi Kompas.com, Minggu (28/2/2021).

Hasil konsultasi tersebut, Rusdi menjelaskan, mendapat kesimpulan dimana kegiatan Presiden tidak bisa dikenakan Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

“Atas dasar kesimpulan itu, petugas SPKT Bareskrim tidak memproses dalam sebuah laporan polisi,” imbuh Rusdi

Rusdi juga berpendapat, masyarakat datang berkerumun karena ingin melihat pak Jokowi dan bukan atas dasar undangan atau ajakan berkumpul.Maka itu, polisi menilai unsur ajakan tidak terpenuhi untuk disangkakan jerat pidana tersebut.

Baca Juga  Kapten Kapal Mesir Difitnah Sebagai Penyebab Terblokirnya Terusan Suez

Sebelumnya, anggota Koalisi Masyarakat Anti ketidakadilan, Kurnia, berpendapat bahwa Jokowi telah melakukan tindak pidana pelanggaran kekarantinaan kesehatan karena telah menciptakan kerumunan saat pandemi Covid-19.

Kurnia juga mengungkapkan, kegiatan Jokowi dengan membagi-bagikan bingkisan dari atas mobil menimbulkan kerumunan bertolak belakang dengan aturan pemerintah menekan laju penularan Covid-19.

Akan tetapi, laporan koalisi tersebut ditolak polisi. Kurnia pun mengaku sangat kecewa atas perihal tersebut.

Kekecewaan yang sama juga menyertai pihak GPI dikarenakan aparat kepolisian tidak menerima laporan mereka.

Baca Juga  Gubernur Jateng Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di NTT

Adapun kerumunan itu terjadi saat Jokowi meresmikan Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka, Selasa (23/2/2021).

Saat keluar dari bandara, tepatnya di Kelurahan Waioti, Maumere, mobil yang ditumpangi Jokowi sekejap disambut kerumunan warga setempat.

Jokowi yang memang tampak mengenakan masker hitam, sempat melambaikan tangan kepada warga pada atap mobil yang terbuka.

Meski memakai masker pada saat itu, warga saling berdesakan. Terlihat dari rekaman video yang beredar tak ada satupun yang menjaga jarak layaknya aturan Protokol Kesehatan.

Miska Libranewshttps://www.libranews.id
Hi, Terimakasih telah menjadi pembaca setia Libranews.
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

- Advertisement -