BerandaInternasionalKru Pesawat Ditodong, Penerbangan Ditunda 7 Jam

Kru Pesawat Ditodong, Penerbangan Ditunda 7 Jam

Dilansir dari Simple Flying, penerbangan American Airlines dari Kosta Rika ke Florida telah ditunda dalam beberapa jam minggu ini sebab alasan yang tidak biasa. 

LIBRANEWS.id, KOSTA RICA – Penumpang awak pesawat Boeing 737 American Airlines dirampok dan di todongan senjata di Kosta Rika pekan ini.

Para kru yang sedang melakukan perjalanan dari akomodasi hotel mereka ke San Jose, sebelum melakukan penerbangan kembali ke Miami. Penerbangan tersebut akhirnya mengalami penundaan selama tujuh jam.

Dilansir dari Simple Flying, penerbangan American Airlines dari Kosta Rika ke Florida telah ditunda dalam beberapa jam minggu ini sebab alasan yang tidak biasa.

View From The Wing  yang pertama kali menyadari keterlambatan tersebut, melaporkan insiden tersebut pada situsnya. Menurut laporan, alasan penundaan adalah karena awak pesaawat dirampok sesaat dalam perjalanan menuju bandara.

Dengan jadwal pemberangkatan lebih awal, kru dijemput dari penginapan hotel mereka sekira pukul 04.30 dini hari. Van tersebut menabrak sesuatu di jalan, semacam kotak plastik. Kotak itu terseret di sepanjang jalan di bawah van, pengemudi berhenti guna menyingkirkannya.

Cukup jelas bahwa kotak tersebut sengaja diletakkan di sana. Sesaat pengemudi keluar dari kendaraan, seorang pria melompat ke kursi pengemudi dengan membawa pisau, dan meminta semua ponsel serta barang berharga milik penumpang. Anehnya, ia tidak meminta dompet.

Sementara, seorang pria lain membuka pintu samping pada van dan melompat ke dalam kendaraan. Ia mengacungkan pistol. Menurut informasi, ia mengacungkannya pada kepala seorang kru sampai semua orang menyerahkan barang-barang mereka.

Kemudian, perampok bersenjata itu pergi, sedang pengemudi, membawa awak pesawat yang syok kembali menuju hotel.

Penerbangan yang dijadwalkan lepas landas dari San Jose pada pukul 05.20 waktu setempat, dan seharusnya tiba di Miami tepat setelah pukul 10.00 pagi, akhirnya tertunda selama tujuh jam. Pesawat tersebut baru berangkat pada pukul 12.34 waktu setempat, tiba di Miami dua setengah jam kemudian pada pukul 17.03.

Tidak diketahui apakah awak yang sama yang mengoperasikan penerbangan atau awak bantuan yang dibawa untuk melanjutkan penerbangan. Namun bagi para penumpang, perihal tersebut adalah penundaan yang tidak diinginkan untuk perjalanan yang telah mereka agendakan.

Sementara bagi kru yang mengalami kejadian tersebut, hal ini akan menjadi pengalaman yang tidak akan mereka lupakan dengan cepat.

“Kami menyadari bahwa awak kapal telah menjadi korban kejahatan saat dalam perjalanan menuju Bandara Internasional Juan Santamaría (SJO) pada 16 Maret. Tim keamanan kami berhubungan dekat dengan penegak hukum setempat dan telah bertindak cepat untuk menerapkan upaya yang diperlukan guna memastikan keamanan tim kami,” ungkap American Airlines saat mengonfirmasi insiden tersebut.

Dua tahun lalu, seorang awak pesawat yang bekerja untuk Air Europa disekap serta ditodong senjata di Venezuela. Segera setelah itu, FAA mengeluarkan perintah darurat untuk melarang operator udara mendarat serta terbang rendah di atas negara tersebut. Gejolak politik di negara ini menyebabkan risiko tinggi.

Di belahan dunia lain, pesawat telah ditembak, baik sengaja atau tidak sengaja. Dalam kasus penerbangan Ukraine Internasional di Januari lalu, dan Malaysia Airlines MH17 pada 2014, kasus kesalahan identitas berujung pada sebuah tragedi.

Namun Kosta Rika, negara tersebut dipandang sebagai tempat yang aman untuk dikunjungi. Karena peningkatan kejahatan dalam beberapa tahun terakhir, Dewan Penasihat Keamanan Luar Negeri Departemen Luar Negeri Amerika menaikkannya ke ‘level 2’ pada tahun lalu, yang berarti ‘lakukan peningkatan dan kewaspadaan.’

“Sementara kejahatan kecil merupakan ancaman utama bagi wisatawan di Kosta Rika, kejahatan dengan kekerasan, termasuk perampokan bersenjata, pembunuhan dan upaya perlakuan seksual, kerap terjadi di Kosta Rika. Pemerintah Kosta Rika menyediakan sumber daya keamanan tambahan di area yang sering dikunjungi wisatawan,” ucap seorang penasihat penerbangan.

Sekalipun hanya sebatas himbauan peringatan, bukan hal yang aneh jika negara diberi status level 2. Dalam daftar OSAC adalah Bermuda, Granada, Mauritius dan Thailand. Peringkatnya naik dari level 1, bepergian dengan bebas, ke level 4. Akan tetapi, masih harus dilihat apakah peringkat Kosta Rika akan dipertimbangkan kembali menyusul insiden yang telah terjadi.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

- Advertisement -