BerandaInternasionalMenteri Suriah : AS Menjarah Minyak di Laut Suriah

Menteri Suriah : AS Menjarah Minyak di Laut Suriah

Amerika dan sekutunya memang menargetkan kekayaan minyak Suriah

LIBRANEWS.id, SURIAH – Bassam Tomeh, Menteri Perminyakan dan Sumber Daya Mineral Suriah mengutuk pasukan Amerika Serikat (AS) yang telah bertindak layaknya bajak laut. Sebab Washington terus menerus menjarah sebagian besar kekayaan minyak dari timur laut Suriah. Itulah tempat Pentagon mendukung kelompok milisi Kurdi.

“Amerika dan sekutunya memang menargetkan kekayaan minyak Suriah dan kapal tankernya layaknya bajak laut,” ujar Tomeh kepada stasiun televisi pemerintah.

Menurutnya, langkah Amerika dirancang untuk melumpuhkan perekonomian Suriah, yang memang bergantung pada pendapatan minyak.

“Apa yang terjadi selama perang Suriah tidak didapatkan di negara mana pun, dalam hal ini seharusnya kita mencegah mereka untuk memanfaatkan sumber kekayaan kita dan pada saat yang sama menghentikan komoditas pokok negara kita,” imbuhnya dilansir pada Russia Today, Sabtu (20/3).

Tomeh mengungkapkan total kerusakan yang ditimbulkan pada sektor perminyakan Suriah akibat wilayah yang dikuasai AS melebihi USD92 miliar. Ia mencatat bahwa Washington saat ini mengendalikan 90 persen sumber daya minyak mentah pada wilayah timur laut Suriah.

Pada sesi wawancara bulan lalu dengan surat kabar Lebanon, al-Akhbar, Ghassan Khalil, gubernur provinsi Hasakah timur laut mengatakan bahwa militan Kurdi yang didukung AS mencuri 140.000 barel minyak mentah setiap hari dari ladang wilayah tersebut.

Ia meyakini para milisi kemudian menggunakan kapal tanker untuk menyelundupkan bensin melintasi ke perbatasan Irak.

Setidaknya sejak tahun 2015, Pentagon telah menawarkan dukungan langsung kepada Pasukan Demokrat Suriah (SDF), faksi yang didominasi milisi Kurdi mengontrol wilayah signifikan di timur laut Suriah. AS sendiri mempertahankan wilayah tersebut dengan menempatkan sekitar 900 tentara di negara tersebut, sebagian besar ditempatkan di samping SDF.

Sementara pejabat AS mempertahankan kehadiran militer di Suriah walau ilegal menurut hukum internasional.

Perihal tersebut dimaksudkan untuk mencegah kembali kebangkitan kelompok ISIS, mantan presiden Donald Trump sering secara terus terang berbicara tentang keinginannya untuk merebut kekayaan minyak negara itu.

“Kami mengamankan minyaknya ingat itu,” kata Trump saat menjabat Presiden saat Oktober 2019.

“Saya selalu mengatakan bahwa: ‘Amankan minyaknya’. Kami ingin mengamankan minyaknya. Empat puluh lima juta dollar sebulan? Amankan minyaknya.”

Meski sebagian besar Trump mengabaikan dorongan Presiden Barack Obama untuk menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad yang membuat AS menggelontorkan ratusan juta dollar ke dalam kelompok militan yang terkait dengan jihadis, ia berulang kali membela pendudukan ladang minyak sambil memperluas kebijakan itu.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

- Advertisement -