BerandaInternasionalDua Negara Islam Bersatu, Guna Perdamaian Afghanistan

Dua Negara Islam Bersatu, Guna Perdamaian Afghanistan

LIBRANEWS.id, Turki – Dua pemimpin Negara Islam yakni Pakistan dan Turki tengah berunding perihal proses perdamaian Afghanistan yang berkelanjutan, bersama Perdana Menteri Imran Khan yang menegaskan kembali terkait komitmen Pakistan guna penyelesaian politik yang dinegosiasikan untuk konflik tersebut sebelum pembicaraan penting di Turki bulan ini, ucap sebuah pernyataan.

Khan berbicara dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melalui daring/telepon pada Kamis, sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantornya.

“Pada konteks regional, Perdana Menteri Khan menekankan pentingnya penyelesaian politik yang dinegosiasikan dari konflik di Afghanistan sebelum baru-baru ini mengumumkan penarikan pasukan AS yang direncanakan,” ujar pernyataan tersebut.

“Perdana Menteri Pakistan menilai bahwa Pakistan telah sepenuhnya mendukung dan memfasilitasi Perjanjian Perdamaian AS-Taliban serta inisiasi Negosiasi Intra-Afghanistan selanjutnya.”

Khan menyatakan pembicaraan damai intra Afghanistan telah memberikan kesempatan bersejarah guna mencapai penyelesaian politik yang inklusif, berbasis luas dan komprehensif.

Pemerintah Turki tidak segera merilis pernyataan perihal percakapan tersebut.

Turki menjadi tuan rumah KTT perdamaian Afghanistan selama 10 hari yang dimulai pada 24 April mendatang, dengan perwakilan dari pemerintah Afghanistan, Amerika Serikat, Perserikatan Bangsa-Bangsa, Qatar, dan lainnya yang turut mengambil bagian.

Taliban telah menolak guna berpartisipasi dalam pembicaraan. Ini mengeluarkan pernyataan pada hari Selasa yang mengungkapkan tidak akan terlibat pada pembicaraan lebih lanjut “sampai semua pasukan asing benar-benar menarik diri dari tanah air kami.”

Pernyataan PM Khan spontan muncul sesaat Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken tiba di Kabul pada hari Kamis guna memberi tahu para pejabat tentang rencana Presiden AS Joe Biden untuk menarik pasukan AS sepenuhnya dari Afghanistan pada 11 September.

Baca Juga  Arab Saudi Mulai Produksi Drone Tempur Turki

Blinken bertemu dengan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, kepala pembicaraan damai Abdullah serta pejabat senior AS pada hari Kamis, mengatakan kunjungannya dimaksudkan untuk menggambarkan “komitmen berkelanjutan” negaranya ke Afghanistan.

“Kemitraan berubah, namun kemitraan itu langgeng,” katanya.

Hari Rabu, Presiden AS Biden mengumumkan bahwa negaranya akan menarik semua pasukan dari Afghanistan pada 11 September, peringatan ke-20 perang terpanjang dalam tinta sejarah AS.

Baca Juga  WNI Dihimbau untuk Tolak Tawaran Kerja Sebagai ART di Turki

Tanggal baru menambahkan lebih dari tiga bulan ke tenggat waktu Mei yang disepakati antara AS dan Taliban pada Februari 2020.

Taliban, yang telah melanjutkan perangnya melawan pemerintah Afghanistan bersamaan dengan pembicaraan damai yang terhenti di ibukota Qatar, Doha, bereaksi terhadap pengumuman tersebut dengan mengatakan bahwa jika pasukan tidak pergi pada tanggal yang disepakati sebelumnya, “masalah pasti akan bertambah parah”.

Pakistan memainkan peran kunci dalam memfasilitasi pembicaraan damai langsung pertama antara AS dan Taliban dan kemudian antara Taliban dan pemerintah Afghanistan.

“Dalam pandangan tersebut, penting bahwa penarikan pasukan asing dari Afghanistan bertepatan dengan kemajuan dalam proses perdamaian,” kata ujar pernyataan kementerian luar negeri Pakistan dalam menanggapi rencana penarikan pasukan Biden.

“Kami berharap pertemuan kepemimpinan Afghanistan yang akan datang di Turki akan menjadi kesempatan penting bagi rakyat Afghanistan untuk membuat kemajuan menuju penyelesaian politik yang dinegosiasikan.”

Sumber, Aljazeera.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

- Advertisement -