BerandaInternasionalJeffery, Eks Diplomat AS Ungkap : Teroris HTS Aset AS di Idlib

Jeffery, Eks Diplomat AS Ungkap : Teroris HTS Aset AS di Idlib

Jeffrey pernah menjabat sebagai duta besar AS untuk beberapa negara Timur Tengah, termaksud Irak dan Turki. Ia baru menjadi utusan khusus AS untuk koalisi global melawan ISIS dimasa pemerintahan Presiden Donald Trump.

LIBRANEWS.id, SURIAH – James Jeffrey, eks diplomat yang belum lama ini mewakili Amerika Serikat (AS) menjadi utusan khusus AS guna menjalin hubungan dengan Suriah ajukan pengakuan yang mengejutkan.

Ia menyatakan kelompok teroris Hayat Tahrir al-Sham (HTS) termaksud aset guna strategi Amerika di Idlib, Suriah.

Jeffrey pernah menjabat sebagai duta besar AS untuk beberapa negara Timur Tengah, termaksud Irak dan Turki. Ia baru menjadi utusan khusus AS untuk koalisi global melawan ISIS dimasa pemerintahan Presiden Donald Trump.

Baca Juga : Menanti Junta Bertekuk Lutut Usai Dikecam Segala Penjuru

“Mereka ialah pilihan paling buruk dari berbagai pilihan di Idlib, serta Idlib adalah salah satu tempat terpenting di Suriah, yang merupakan salah satu tempat terpenting kini di wilayah Timur Tengah,” ujar Jeffrey pada sebuah sesi wawancara yang dirilis koresponden FRONTLINE, Martin Smith, pada 8 Maret, yang dipublikasikan PBS, kemarin.

HTS, sebelumnya bernama Jabhat al-Nusra, sejak lama dinyatakan sebagai kelompok teroris oleh AS, Rusia, Turki serta Dewan Keamanan PBB. Kelompok teroris tersebut dipimpin oleh Abu Mohammad al-Jolani.

Lebih dari dua dekade, kehidupan Jolani telah menjadi peta bagi jalan kelompok militan yang mengatasnamakan Islam di Irak dan Suriah.

Baca Juga  Duta Besar AS : Putin Pemicu Perang Dengan Invasi Ukraina

Ia bergabung pada perang melawan pasukan AS di Irak serta pernah dipenjara oleh Amerika. Jolani menjadi komandan pada kelompok yang kerap disebut Islamic State of Iraq (ISI). Ia mendirikan afiliasi al-Qaeda di Suriah serta memutuskan hubungan dengan al-Qaeda dan ISI, menyerang dengan kelompoknya sendiri guna menentang Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Baca Juga  Terungkap, Bos ISIS Al-Qurashi Bantu AS

AS telah memberinya label teroris semenjak 2013 serta menawarkan hadiah USD10 juta guna menginformasikan yang mengarah padanya dengan tujuan penangkapannya.

Kini, Jolani memimpin kekuatan paling dominan pada wilayah Suriah yang dikuasai oposisi. Markasnya yang berada pada sudut barat laut negara tersebut, ia bersama organisasinya telah berperang melawan pasukan Assad, yang memiliki sekutu Rusia, Iran serta bekas sekutu Jolani sendiri di ISIS dan al-Qaeda.

Smith, jurnalis Amerika mewawancarai Jolani pertama kalinya. Jolani mengungkapkan bahwa perannya yang memerangi Assad dan ISIS, dan serta mengendalikan daerah dengan jumlah jutaan pengungsi Suriah, menggambarkan kepentingan yang sama bersama Amerika Serikat serta Barat.

Jolani menginformasikan kepada Smith yang mana kelompoknya, HTS, tidak memicu ancaman kepada AS, serta pemerintah Biden harus menghapusnya pada daftar teroris yang telah ditetapkan untuknya selama ini.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

- Advertisement -